Senin, 11 Juli 2011

Panasonic Kembangkan Tabung Pembangkit Listrik

Senin, 11 Juli 2011 - 15:20 wib
Fiddy Anggriawan - Okezone
Tabung inovatif termoelektrik buatan Panasonic
Tabung inovatif termoelektrik buatan Panasonic
OSAKA - Panasonic Corp telah mengembangkan tabung inovatif termoelektrik yang berbahan sumber panas cairan seperti air panas dan uap. Bentuk tabung memungkinkan transfer panas secara langsung dan efisien tanpa penukar panas tambahan.

Panasonic tabung termoelektrik dengan fitur sederhana, terpadu, dan efisien adalah solusi ideal untuk menangkap panas yang tidak terpakai atau terbuang dari air panas dan pabrik. Nantinya penukaran panas tambahan akan menghasilkan daya kepadatan yang tinggi. Demikian seperti dikutip Japan Today, Senin (11/7/2011).

Termoelektrik merupakan konversi teknologi energi langsung dari panas menjadi listrik dan telah menarik banyak perhatian sebagai solusi energi terbaru. Sejak konvensional termoelektrik generator yang rumit dalam struktur dan dibatasi dalam bentuk datar, mereka sulit untuk peningkatan skala dan melaksanakan.

Efek ini memungkinkan untuk mengontrol arus panas dan arus listrik mandiri dalam bahan, dan menyadari struktur yang cukup sederhana tanpa sambungan listrik yang rumit dan substrat datar. Kinerja pembangkit listrik sangat tergantung pada banyak parameter seperti ukuran dari tabung dan jumlah sumber panas. Panasonic telah mengembangkan teknologi simulasi untuk mengoptimalkan desain tabung thermoelectric dalam rangka untuk memaksimalkan output daya listrik sesuai dengan kondisi sekitarnya.

Panasonic termoelektrik tabung memecahkan masalah ini dengan menggunakan fenomena yang disebut efek konvensional melintang termoelektrik, yang berlangsung di multilayer miring yang terbuat dari bahan termoelektrik termal-resistif dan logam konduktif termal.

Tabung termoelektrik dibangun dengan menumpuk cincin kerucut dari bismuth telluride sebagai bahan termoelektrik dan nikel sebagai logam. Tabung ini memiliki ukuran panjang 10cm, teknologi termoelektrik dapat menghasilkan 1,3 W listrik dengan menjalankan air panas 90 derajat Celcius di dalamnya, dan air dingin 10 derajat C di luar tabung.

Kepadatan daya mencapai 10 kW dengan hanya 1 m3 volume. Pengembangan sistem, optimasi dengan desain dalam studi manufaktur dan saat ini sedang berjalan atau direncanakan, dengan tujuan untuk mewujudkan generator terpadu, efisien, dan ekonomis yang didorong oleh energi panas bumi dan panas limbah di pabrik-pabrik.

Pada perkembangannya hingga saat ini, Panasonic telah memegang 29 hak paten dalam negeri dan 12 hak paten di luar negeri, termasuk beberapa aplikasi yang tertunda. (tyo)

Daftar 10 Penumpang Bukan Manusia

 
Pesawat ulang alik Atlantis bersiap menyambut peluncuran terakhirnya yang direncanakan Jumat (8/7/2011) dari Kennedy Space Center, Florida, AS.


KOMPAS.com — Pesawat ulan-alik Atlantis akan diluncurkan Jumat (6/7/2011) dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. Peluncuran akan dilakukan pukul 22.26 WIB, sementara misi akan berlangsung selama 12 hari. Sebanyak 4 astronot akan terlibat dalam misi yang sekaligus menjadi misi pesawat ulang-alik NASA terakhir.
Dalam 30 tahun dan 134 misi, banyak peran yang dijalankan pesawat ulang-alik, di antaranya membantu meluncurkan tiga wahana antariksa besar meliputi Hubble, Compton Gamma Ray Observatory, dan Chandra-X Ray Observatory, misi mempelajari Planet Venus dan Yupiter, serta mengirimkan total 350 astronot.
Di balik hal populer yang dilakukan pesawat ulang-alik, termasuk pengiriman iPhone 4 ke luar angkasa dengan Atlantis kali ini, ternyata banyak peran yang belum begitu dikenal, di antaranya ternyata ada penumpang-penumpang selain manusia yang juga ikut terbang.
Seperti dimuat di versi online Wired berikut penumpang-penumpang teraneh itu:
1. Katak
Katak betina dibawa dalam misi Endeavour pada September tahun 1992. Tujuannya adalah melihat pengaruh kondisi mikrogravitasi terhadap perkembangan berudu. Separuh telur yang dihasilkan katak betina itu ditaruh dalam sentrifugasi untuk simulasi lingkungan normal, sementara separuhnya dibiarkan. Hasilnya, semuanya tumbuh normal tetapi berudu yang dibiarkan dalam kondisi mikrogravitasi kesulitan menemukan permukaan air saat kembali ke Bumi.
2. Tupai
Dua tupai dibawa dalam misi Challenger bulan Mei, 1985. Setiap tupai dinamai No 3165 and No. 384-80 dan dibawa untuk mengetahui pengaruh kondisi mikrogravitasi pada perilaku makan. Hasilnya, dalam kondisi mikrogravitasi, tupai menjadi sering ngantuk dan kehilangan nafsu makan.
3. Sperma bulu babi
Sperma ternyata bergerak lebih cepat di kondisi mikrogravitasi. Hal itu diketahui saat NASA membawa sperma bulu babi ke antariksa. Sperma hewan itu dibawa lewat misi Atlantis pada tahun 1997.
4. Ikan transparan
Ikan transparan berjenis Medaka dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1984. Ikan-ikan itu bernama Genki, Cosmo, Miki, dan Yume. Di luar dugaan, ternyata ikan-ikan itu bisa bereproduksi dan menghasilkan anakan banyak. Peneliti berharap, berdasarkan hasil ini nantinya manusia bisa mengembangbiakkan ikan di antariksa.
5. Telur ngengat
Telur ngengat dibawa dalam misi Endeavour tahun 1994. Hasil penelitian dengan ngengat menunjukkan bahwa hidup ngengat lebih pendek dan steril.
6. Cacing
Bereksperimen dengan cacing yang dibawa dalam misi Columbia tahun 2003, astronot berhasil mengembangbiakkan cacing. Ini membuktikan bahwa penggunaan nutrisi sintetis berhasil.
7. Lebah madu
Sebanyak 3.000 lebah madu dibawa dengan pesawat ulang-alik Challenger tahun 1984. Hasilnya, di antariksa ternyata lebah madu juga berhasil membangun sarang yang tebal dan tak kalah menariknya dibandingkan dengan di Bumi.
8. Ubur-ubur
Sebanyak 2.478 ubur-ubur dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia dalam misi tahun 1991. Selama sembilan hari misi, polyp dari ubur-ubur berhasil tumbuh ke tahap hidup selanjutnya yang disebut ephyrae.
9. Tikus
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari eksperimen tikus yang dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1998, tikus yang berkembang di kondisi mikrogravitasi punya otak yang kurang berkembang, otot yang menyusut, dan kesulitan memperbaiki tulang yang rusak.
10. Cumi-cumi
Cumi-cumi dibawa dalam misi Endeavour terakhir tahun ini untuk mempelajari bakteri yang hidup di permukaannya. Salmonella, jenis bakteri itu, berubah tiga kali lebih mematikan setelah kembali dari antariksa.